Banjarnegara – Kamis, 6 April 2017, Balai Latihan Kerja Pertanian dan Transmigrasi (BLKPT) Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Banjarnegara melaksanakan pembekalan bagi calon purnakarya Kabupaten Banjarnegara. Pembekalan berlangsung selama lima hari, dimulai dari hari Selasa, 4 April 2017, dan selesai pada Sabtu, 8 April 2017. Pembekalan yang diikuti oleh 40 orang calon purna karya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara tersebut meliputi pelatihan teknis di bidang pertanian, perikanan dan pengolahan hasil pertanian selama dua hari, dan dilanjutkan dengan studi banding di beberapa tempat di Yogyakarta selama tiga hari.

Pelatihan teknis diisi oleh instruktur BLKPT Kejuruan Pertanian, Kejuruan Perikanan dan Kejuruan Pengolahan Hasil Pertanian. Untuk bidang pertanian, peserta dibekali dengan materi budidaya sayuran dengan sistem hidroponik. Pada bidang perikanan, peserta diajarkan cara membuat pakan ikan. Sedangkan untuk bidang pengolahan, peserta belajar cara pembuatan roti manis.

Selama mengikuti pelatihan, peserta cukup antusias. Terbukti banyak peserta yang bertanya tentang tenis budidaya hidroponik, pembuatan pelet dan pembuatan roti manis. Bahkan dalam pelaksanaan praktik pun, peserta terlihat bersemangat. Banyak peserta menyampaikan kesan yang positif tentang pelatihan yang diikuti. Beberapa peserta juga meminta kesediaan instruktur untuk konsultasi pasca pelatihan.

Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi bekal pengetahuan, ketrampilan dan motivasi bagi calon purnakarya untuk memasuki masa purna yang produktif, semangat dan penuh harapan. [ts]

 

 

 

Banjarnegara – Maret 2017, Balai Latihan Kerja Pertanian dan Transmigrasi (BLKPT) Provinsi Jawa Tengah telah melaksanakan Pelatihan Kerja Angkatan I Tahun 2017. Pelatihan kerja dengan sumber Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau tersebut dilaksanakan selama dua puluh hari pelatihan, mulai Selasa, 7 Maret 2017 hingga Jumat, 31 Maret 2017 di enam lokasi yang berbeda dengan jenis pelatihan yang berbeda pula. Pelatihan Agribisnis Tanaman Cabai dilaksanakan di Desa Jumo, Kec. Jumo, Kab. Temanggung; Pelatihan Budidaya Tanaman Lada dan Pembuatan Pupuk Organik di Desa Bejen, Kec. Bejen, Kab. Temanggung; Pelatihan Budidaya Ternak Itik di Desa Megulung Lor, Kec. Pituruh, Kab. Purworejo; Pelatihan Budidaya Belut di Desa Widoro, Kec. Karanngsambung, Kab. Kebumen; Pelatihan Service Mesin Diesel dan TTG (Teknologi Tepat Guna) di Desa Karanganyar, Kec. Pituruh, Kab. Purworejo; dan Pelatihan Pengolahan Hasil Serealia di Desa Paponan, Kec. Kledung, Kab. Temanggung. Setiap pelatihan diikuti oleh 16 orang peserta yang berasal dari desa di daerah penghasil tembakau.

Pembukaan Pelatihan dilaksanakan di Balai Desa asal peserta dan dihadiri oleh perwakilan BLK Pertanian dan Transmigrasi, Kepala Desa, calon peserta pelatihan, dan tamu undangan (Babinsa, Pemerintah Kecamatan, dan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten). Kepala BLKPT tidak dapat menghadiri pembukaan Pelatihan Kerja APBD Angkatan I karena sedang menghadiri pembukaan pelatihan kerjasama dengan Dinas Perindagkop dan UMKM Kab. Wonosobo.

Secara umum, pelatihan berisi materi teori dan praktik, dengan komposisi masing-masing sekitar 30% dan 70%. Materi terdiri dari unit kompetensi umum (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), unit kompetensi khusus (materi teknis budidaya dan pengolahan), serta unit kompetensi penunjang (Menjual Produk dan Kewirausahaan). Diharapkan dengan komposisi tersebut, peserta pelatihan dapat lebih menguasai kompetensi yang dipersyaratkan.

Dari pelatihan kerja tersebut, peserta belajar membudidayakan atau memproduksi produk pertanian. Pada Pelatihan Agribisnis Tanaman Cabai peserta belajar membudidayakan cabai, memproduksi bibit cabai, dan memasarkan produk tanaman cabai. Pada Pelatihan Budidaya Tanaman Lada dan Pembuatan Pupuk Organik peserta telah belajar membudidayakan lada serta memproduksi bibit lada dan pupuk organik,. Pada Pelatihan Budidaya Ternak Itik, peserta telah mampu membuat kandang itik, menangani DOD (Day Old Duck), serta memelihara itik. Pada Pelatihan Budidaya Belut peserta telah mampu membuat media budidaya belut dan memelihara belut. Sedangkan peserta Pelatihan Servis Mesin Diesel dan TTG (Teknologi Tepat Guna) telah belajar memperbaiki kerusakan mesin diesel serta memproduksi mesin tetas telur sebagai salah satu teknologi tepat guna. Pada Pelatihan Pengolahan Hasil Serealia, peserta telah mampu memproduksi berbagai olahan roti dan kue. Selain materi inti seperti yang sudah disebutkan diatas, para peserta dari setiap spesialisasi pelatihan juga akan memperoleh materi tentang kewirausahaan yang bertujuan untuk memberikan mereka motivasi dan kunci sukses untuk menjadi wirausaha yang dapat mereka jadikan bekal dalam menjalankan usaha setelah selesai mengikuti pelatihan ini. [ts/aj]

 

Banjarnegara –Selasa, 7 Maret 2017, Balai Latihan Kerja (BLK) Pertanian dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Wonosobo membuka kegiatan Fasilitasi dan Pengembangan Koperasi Pertanian dan Perikanan. Hadir dalam pembukaan tersebut Kepala BLK Pertanian dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, Ir. Hudi Haryanto, MM ; Kepala Bidang Koperasi Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Wonosobo, Siti Nurmar Asiah; serta 30 orang petani anggota koperasi petani dari enam kecamatan di Wonosobo. Kegiatan tersebut sekaligus mengawali Pelatihan Membuat Pupuk dan Pestisida Organik serta Pelatihan Pemijahan Ikan Mas dan Pembuatan Pakan Ikan yang diikuti oleh 30 orang petani anggota koperasi binaan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kab. Wonosobo. Pelatihan berlangsung selama empat hari, dimulai dari hari Selasa, 7 Maret 2017, hingga Jumat, 10 Maret 2017 di BLK Pertanian dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Hudi Haryanto menyampaikan harapannya untuk dapat melanjutkan kerja sama dengan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kab. Wonosobo. Siti Nurmar Asiah pun merespon harapan BLK Pertanian dan Transmigrasi dengan antusias serta berharap peserta dapat memanfaatkan kegiatan yang didanai dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau dengan maksimal demi kemajuan anggota dan koperasi.

Pelatihan Membuat Pupuk dan Pestisida Organik dipilih karena permintaan akan produk organik saat ini semakin tinggi sehingga pengetahuan dan ketrampilan dalam membuat pupuk dan pestisida organik akan mendorong kegiatan pertanian organik di Kabupaten Wonosobo. Sedangkan Pelatihan Pemijahan Ikan Mas dan Membuat Pakan Ikan dipilih dengan mempertimbangkan potensi daerah di Wonosobo yang cukup banyak air sehingga cocok untuk budidaya ikan mas, dan permintaan benih ikan mas juga cukup tinggi di daerah Wonosobo.

Oleh: blkpklampok | 19 Juli 2016

Pelatihan Budidaya Jamur Tiram 2016

Brosur Pelatihan Jamur (Copy Hitam Putih)

Oleh: blkpklampok | 18 Oktober 2013

PELATIHAN AGRIBISNIS 2013

Brosur Pelatihan BLK

Oleh: blkpklampok | 7 Mei 2013

Budidaya Jahe Merah dalam Karung atau Polybag

Membudidayakan tanaman Jahe ternyata tidak harus di lahan langsung. Dengan menggunakan karung bekas atau polybag, kita bisa membudidayakan Jahe dengan intensif dan tidak memerlukan lahan yang terlalu luas. Bahkan produktivitasnya bisa cukup tinggi.

Berikut adalah langkah-langkah praktis dalam membudidayakan Jahe Merah dalam karung atau polybag

1.    Menyiapkan media tanam

Media tanam yang dipakai adalah karung bekas atau polybag. Jika menggunakan karung, bisa menggunakan karung bekas beras atau pakan ternak. Semakin besar ukuran karung, media pengisi juga semakin banyak, namun produktivitas Jahe Merah juga akan semakin tinggi. Jika menggunakan polybag, gunakan polybag dengan ukuran minimal 40 x 50 cm.

Media pengisi karung atau polybag adalah tanah, pasir dan pupuk organik dengan perbandingan 1:1:1 atau 1:1:2

Tanah

Tanah yang baik adalah tanah yang gembur dan subur. Gembur artinya remah dan komposisi liat, pasir, dan debunya seimbang. Subur berarti banyak kandungan unsur haranya. Jika tanah yang digunakan sudah subur dan gembur, sebenarnya tidak diperlukan penambahan bahan lain. Namun karena jarang didapatkan tanah yang subur dan gembur, maka diperlukan penambahan bahan lain seperti pasir dan pupuk.

Pasir

Pasir diperlukan jika tanah yang digunakan mengandung fraksi liat yang cukup tinggi. Pasir yang digunakan adalah pasir ladu atau pasir yang bercampur dengan lumpur. Selain murah, pasir ini juga masih mengandung bahan-bahan mineral endapan.

Pupuk Organik

Pupuk organik bisa menggunakan pupuk kandang, pupuk kompos atau bokashi. Meskipun menggunakan pupuk kandang, akan lebih bagus jika pupuk kandang yang telah dihancurkan dan difermentasi sehingga lebih cepat diserap oleh akar tanaman. Untuk pembuatan pupuk bokashi akan dibahas pada sesi yang lain.

Seluruh media tersebut dicampur merata sambil dibersihkan dari benda-benda yang mengganggu, misalnya plastik, batu atau benda lainnya. Kemudian media pengisi dimasukkan ke dalam karung atau polybag yang telah disiapkan. Pengisian karung atau polybag cukup ¼ bagian saja, karena selama pertumbuhan tanaman nanti, akan dilakukan penambahan pupuk organik.

2.    Membibitkan Jahe

Pemilihan benih

Pembibitan Jahe dimulai dari pemilihan benih. Benih untuk bibit Jahe diambil dari rimpangnya. Rimpang untuk benih yang baik adalah rimpang yang segar (tidak disimpan terlalu lama), sehat, ukurannya besar atau normal, tidak cacat atau terluka, dan berasal dari induk yang sudah cukup tua dan sehat. Karena asal-usul induk harus jelas, maka sebaiknya rimpang untuk benih diambilkan dari kebun petani, bukan dari pasar konsumsi.Rimpang yang telah diperoleh kemudian disortir dan dipilih yang baik.

Pengecambahan

Jika dikhawatirkan adanya serangan jamur, benih bisa direndam terlebih dahulu pada larutan fungisida (misalnya Dithane M-45) selama 15 menit. Jika tidak, benih cukup direndam atau dibasahi dengan air, kemudian diletakkan pada tampah atau nyiru, dan ditempatkan pada tempat yang lembab agar berkecambah. Agar kelembaban terjaga, setiap hari benih harus dikontrol dan dibasahi air jika terlalu kering. Benih akan mulai berkecambah setelah kira-kira 2 minggu.

Penyemaian

Selama mengecambahkan benih, kita bisa menyiapkan tempat pesemaian berupa petak ukuran 1 x 2 m yang dibatasi dengan batubata dan diisi dengan pasir dan pupuk organik. Tempat pesemaian sebaiknya tidak terkena sinar matahari dan hujan secara langsung. Pada media tersebut, benih yang telah berkecambah kita tanam dengan kedalaman kira-kira 4-5 cm. Benih tersebut akan mulai tumbuh menjadi tanaman muda dalam waktu sekitar 2-4 minggu. Setelah tumbuh dengan ketinggian sekitar 10 cm, bibit dapat diambil/dipotong dari rimpangnya dan ditanam pada media karung atau polybag yang telah disiapkan. Rimpang yang tersisa bisa ditanam kembali pada pesemaian agar tumbuh bibit yang lain. Satu buah rimpang bisa menumbuhkan sekitar 2-4 bibit.

3.    Menanam

Penanaman bibit Jahe pada karung atau polybag harus hati-hati. Buatlah lubang sebesar ukuran pangkal bibit, masukkan bibit Jahe ke dalam lubang tanam, kemudian tutup dengan media disekitarnya dan padatkan. Setelah penanaman, media dan bibit harus disiram dengan air bersih agar tanaman mendapatkan cukup air dan kontak dengan media. Setelah ditanam, tanaman Jahe tersebut jangan langsung ditempatkan pada ruang yang terbuka dengan sinar matahari langsung, melainkan harus diadaptasikan pada tempat yang memiliki naungan terlebih dahulu hingga umur 2,5 bulan.

4.    Memelihara

Pemeliharaan tanaman Jahe dalam karung atau polybag cukup mudah. Pemeliharaan meliputi: penyiraman, penyiangan dan penggemburan media, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit.

Penyiraman

Penyiraman dilakukan setiap hari, sebaiknya pada sore hari, terutama saat tidak ada hujan. Beberapa petani menggabungkan budidaya Jahe Merah dengan budidaya ikan dalam kolam, untuk memudahkan penyiraman dan mengantisipasi kebutuhan air saat musim kemarau. Selain itu, air kolam diharapkan memberi unsur hara tambahan bagi tanaman. Penyiraman bisa dihentikan saat tanaman Jahe mulai memasuki fase senecense (mengering) saat tua dan mendekati panen.

Penyiangan dan penggemburan

Rumput yang tumbuh pada media tanam perlu disiang agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman, terutama pada sekitar 4 bulan pertama, di mana tanaman Jahe belum begitu rimbun. Beberapa petani menambahkan mulsa jerami pada media tanam untuk menekan pertumbuhan gulma. Selain penyiangan, media tanam juga perlu digemburkan dengan menggunakan cetok. Penggemburan dimaksudkan untuk menyediakan media tumbuh yang baik bagi akar tanaman dan memperbaiki sirkulasi udara dalam media.

Pemupukan

Pemupukan dilakukan 2 bulan sekali seiring pertumbuhan tanaman, dengan menambahkan pupuk organik pada media tanam. Jumlah pupuk yang diberikan tergantung dari besarnya media yang digunakan, kira-kira 1/5 ukuran karung atau polybag yang digunakan. Pemupukan bisa diberikan 3 kali selama umur tanaman.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Sebenarnya kasus serangan hama dan penyakit yang serius pada tanaman Jahe jarang terdengar. Namun akan lebih baik jika kita mengetahui dan mengantisipasi hal tersebut.

Hama yang sering menyerang tanaman Jahe adalah belalang dan ulat yang memakan daun terutama daun muda. Untuk pengendaliannya, kita bisa menggunakan beberapa cara yaitu:

–          Cara mekanis, dengan memeriksa tanaman dan membunuh hama terutama ulat yang sering memakan daun, atau dengan menggunakan perangkap serangga berupa plastik berwarna cerah (kuning atau merah) yang dipasang dengan bambu dan diolesi lem.

–          Cara kimiawi, dengan menyemprotkan insektisida yang tepat untuk mengendalikan belalang dan ulat. Insektisida yang dianjurkan adalah insektisida organik berbahan aktif tembakau atau yang lainnya.

Sedangkan penyakit yang mungkin bisa menyerang tanaman Jahe adalah penyakit Layu Bakteri dan Busuk Rimpang yang disebabkan oleh jamur. Untuk mencegah penyakit tersebut, kesehatan benih dan sanitasi lingkungan pertanamanperlu diperhatikan.  Pastikan benih merupakan benih sehat dan berasal dari induk yang sehat. Lingkungan pertanaman juga perlu dijaga agar bersih dan tidak terlalu lembab atau tergenang air. Untuk tanaman yang telah terserang penyakit, bisa disemprot dengan bakterisida atau fungisida, jika perlu dimusnahkan agar tidak menular ke tanaman yang lain.

5.    Memanen

Tanaman Jahe bisa dipanen setelah kira-kira 10 bulan. Tanaman yang sudah cukup tua dan siap panen akan melewati masa mengering, di mana daun dan batangnya berubah menjadi kuning dan mengering. Pemanenan Jahe dari media karung dan polybag cukup mudah karena tidak perlu menggali dengan susah payah. Kita cukup menggali dengan cetok dan membuka karung atau polybag yang sudah mulai lapuk. Angkat rimpang Jahe dengan hati-hati agar tidak rusak, bersihkan dari tanah dan kotoran yang menempel, dan jika perlu cuci dengan air bersih. Satu rumpun tanaman Jahe dalam 1 media tanam karung ukuran 50 kg, bisa menghasilkan rimpang Jahe segar2 hingga 5 kg.

Oleh: blkpklampok | 28 Juni 2012

Akhir Pelatihan Bukanlah Akhir Perjuangan

Hari Selasa, 27 Juni 2012 lalu diadakan acara penutupan pelatihan kejuruan perkebunan dan kejuruan keramik di BLK Pertanian Klampok. Penutupan dilakukan di Aula BLKP setelah pelatihan selama 15 hari selesai dilakukan. Peserta berasal dari Kecamatan Selomerto-Wonosobo dan Desa Kalijaran-Purbalingga. Lima belas hari para peserta tersebut tinggal di asrama BLK dan mengikuti pelatihan dari pagi hingga malam hari. Sungguh, bagi peserta dan instruktur hal tersebut adalah suatu kegiatan yang amat padat dan pasti melelahkan. Namun di hari penutupan pelatihan itu peserta terlihat sibuk dan bersemangat. Wajar, karena mereka harus mengemasi barang-barang yang akan mereka bawa pulang. Apalagi mereka akan pulang ke rumah dan bertemu keluarga yang ditinggal selama pelatihan.

Acara penutupan berjalan dengan lancar. Meskipun sederhana dan formal, namun peserta tampak tidak terlalu tegang. Berbeda dengan saat mereka pertama kali datang ke BLK dan mengikuti pembukaan pelatihan. Kali ini banyak wajah-wajah sumringah. Mungkin sudah mulai terbiasa dengan lingkungan dan orang-orang di BLKP Klampok.

Dan rupanya benar. Bahkan Bp. Abdul Rauf, perwakilan peserta, saat menyampaikan kesan pesan mengungkapkan merasa ‘kerasan’ tinggal di BLK. Namun yang menarik adalah kalimat yang beliau sampaikan dalam kesan pesan tersebut, “Ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjuangan.” Kalimat yang cukup menggugah peserta.

Pengetahuan dan pengalaman yang didapat selama mengikuti pelatihan di BLK akan menjadi sia-sia lalu hilang jika tidak dilanjutkan dan dikembangkan. Motivasi-motivasi yang diberikan instruktur dan Kepala BLK diharapkan masih terus menyala di hati dan mengobarkan semangat untuk memulai perjuangan: membuka dan mengembangkan usaha.

Dan semoga, setiap saat mereka selalu bersemangat, melakukan yang terbaik, demi masa depan.

Semangat Pagi!!

Oleh: blkpklampok | 7 Juni 2012

Pelatihan Membuat Pupuk Organik

BLK Pertanian Klampok baru saja menyelenggarakan Pelatihan Membuat Pupuk Organik di Desa Widarapayung Wetan, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap. Pelatihan yang diselenggarakan selama 20 hari pelatihan tersebut diikuti oleh 16 orang peserta dari Kelompok Tani Widjaya Organik, kelompok yang sengaja dibentuk untuk memulai membuat dan menyebarluaskan penggunaan pupuk dan pestisida organik di wilayah Desa Widarapayung Wetan.

Dalam pelatihan ini, peserta dilatih membuat pupuk organik bokashi dengan menggunakan EM4, pupuk organik Biotriba, pupuk organik cair, dan membuat pestisida dari bahan-bahan nabati/tanaman yang ada di lingkungan sekitar. Bahan-bahan sisa panen seperti jerami, sekam dan daun-daunan dijadikan bahan baku untuk membuat pupuk organik tersebut. Sedangkan pestisida organik yang dibuat menggunakan daun nimba, daun tembakau, daun sirsak, lengkuas, lada dan bahan-bahan lain yang mudah ditemui.

Peserta cukup antusias dalam mengikuti pelatihan membuat pupuk organik ini. Bahkan beberapa telah mencoba efektifitas pupuk dan pestisida organik tersebut pada tanamannya.

Semoga apa yang telah didapat dari pelatihan yang diselenggarakan BLK Pertanian Klampok ini dapat terus dikembangkan dalam usaha kelompok. Bahkan ditularkan kepada petani lain agar pertanian kita tidak tergantung dari bahan kimia, dan mengurangi kerusakan lingkungan akibat penggunaan bahan kimia berlebih.

 

Oleh: blkpklampok | 8 Februari 2012

Kunjungan Kepala Dinas ke BLKP Klampok

Pada Rabu, 1 Februari 2012 lalu, Kepala Dinas Nakertransduk Jateng, Bp. Petrus Edison Ambarura, berkunjung ke BLK Pertanian Klampok. Rombongan tiba pada pukul 13.30 WIB setelah sebelumnya berkunjung ke BLKI Cilacap. Dalam kunjungan itu Bapak Kepala Dinas memberikan pembinaan kepada seluruh pegawai BLKP Klampok dan melakukan peninjauan di beberapa workshop di BLKP Klampok.

Rombongan disambut oleh (Plt.) Kepala BLKP Klampok, (Plt.) Kasubbag. Tata Usaha, Bp. Banuri yang baru saja memasuki masa purna, serta seluruh pegawai BLKP Klampok.

Yang Jujur Yang Dipercaya

Dalam pembinaan yang dilakukan di Ruang Aula BLKP, Bapak Petrus menyampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh PNS. Di antaranya adalah tugas melayani masyarakat adalah tugas yang mulia, sehingga jika kita bekerja dengan tulus ikhlas maka hal itu akan dihitung sebagai ibadah. Selain itu, PNS perlu membudayakan disiplin dalam bekerja, termasuk dalam hal jam kerja. Jam kerja dinas adalah dari pukul 07.00 s/d 15.30.

PNS juga harus selalu bersyukur atas apa yang dimiliki saat ini. “Jangan selalu melihat ke atas; lihatlah ke samping kiri kanan, dan ke bawah.” kata Kepala Dinas dalam pembinaan tersebut. “Ini agar kita tidak mudah merasa iri dengan apa yang dimiliki orang lain.” imbuhnya.

Pak Petrus juga berpesan agar pegawai selalu bekerja dengan jujur. Kejujuran akan membawa kita kepada kepercayaan dan rasa aman. Sebaliknya, ketidakjujuran akan menjerumuskan kita pada kehancuran dan ketidakpercayaan. “Atasan pasti akan memilih anak buah yang jujur.”

Kepala Dinas juga berkenan memberikan selamat kepada Bpk. Banuri untuk memasuki masa purna tugasnya.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan peninjauan ke beberapa workshop di BLKP Klampok. Workshop yang dikunjungi Kepala Dinas adalah workshop PHP, Peternakan dan Perikanan. Kepala Dinas juga menyampaikan beberapa pesan kepada instruktur untuk kreatif dalam memberikan pelatihan yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat sehingga masyarakat dapat merasakan dampak pelatihan itu secara nyata.

Oleh: blkpklampok | 5 Januari 2012

Program Pelatihan untuk PNPM

BLK Pertanian Klampok, melalui paket  pelatihan APBN,  menawarkan kepada Badan Keswadayaan Masyarakat dan Kelompok Swadaya Masyarakat di Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, khususnya di sekitar Banjarnegara untuk kerja sama penyelenggaraan pelatihan kerja bagi masyarakat.

Jenis pelatihan kerja yang kami tawarkan adalah pelatihan kerja di bidang pertanian secara umum, yaitu bidang-bidang hortikultura, tanaman pangan, tanaman perkebunan, perikanan, peternakan, mekanisasi pertanian maupun pengolahan hasil pertanian. Daftar jenis pelatihan dapat dilihat pada menu Layanan Pelatihan di atas.

BLK Pertanian Klampok telah menyediakan instruktur/tenaga pelatih, materi, bahan ajar, bahan praktek, peralatan praktek, dan fasilitas asrama. Kelompok Swadaya Masyarakat tinggal memfasilitasi akomodasi peserta, yaitu konsumsi selama pelatihan (sekitar 20 hari pelatihan).

Keuntungan kerja sama seperti ini adalah desa tidak perlu mengeluarkan dana yang relatif besar seperti dengan mengundang instruktur atau tenaga pelatih ke desa dan menanggung seluruh kebutuhan pelatihan. Anggaran yang biasanya untuk honor instruktur dan pembelian bahan, bisa digunakan untuk hal yang lain, seperti modal untuk usaha masyarakat, pembelian alat/mesin pertanian, hewan ternak, pembangunan kandang, dll.

Melalui kerja sama seperti ini diharapkan program PNPM dapat lebih efektif, efisien dan memberikan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat.

Older Posts »

Kategori